Tampilkan postingan dengan label styrofoam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label styrofoam. Tampilkan semua postingan

Minggu

Styrofoam dan Dampaknya Bagi Kesehatan


1)      Pengertian Styrofoam
Styrofoam/ Stereofoam/ Polystyrene merupakan salah satu jenis plastik dari sekian banyak bahan lainnya. Styrofoam lazim digunakan sebagal bahan pelindung dan penahan getaran barang-barang yang fragile, seperti elektronik. Namun, saat ini bahan tersebut juga banyak digunakan sebagai bahan pengemas makanan dan minuman. Bahan dasar styrofoam adalah polistiren, suatu jenis plastik yang sangat ringan, kaku, tembus cahaya, dan murah. Namun, bahan tersebut cepat rapuh. Karena kelemahannya tersebut, polistiren dicampur seng dan senyawa butadien. Hal ini menyebabkan polistiren kehilangan sifat jernihnya dan berubah warna menjadi putih susu. Kemudian untuk kelenturannya, ditambahkan zat plasticier seperti dioktilptalat (DOP), butil hidroksi toluena, atau n-butyl stearat. Plastik busa yang mudah terurai menjadi struktur sel-sel kecil merupakan hasil proses peniupan dengan menggunakan gas chlorofluorocarbon (CFC). CFC merupakan senyawa gas yang disebut sebagai penyebab timbulnya lubang ozon di planet Bumi. Saat ini sejumlah peralatan elektronik seperti kulkas dan AC dilarang menggunakan bahan bersenyawa CFC. Selain itu, bahan dasar plastik yang dikenal dengan monomer strine yang mengandung racun mudah bermigrasi dan dikhawatirkan mencemari makanan.
Styrofoam umumnya berwarna putih susu dan kaku ini sering dijadikan pengemas makanan. Awalnya bahan ini didesain untuk pengamanan barang elektronik, seperti: TV, radio, kulkas, dan lain-lain. agar tahan benturan ringan. Saat ini bahan tersebut dimanfaatkan juga sebagai pengemas makanan, karena mudah diperoleh, praktis, enak dipandang, murah, anti bocor, serta tahan suhu panas dan dingin sehingga kita mengabaikan dampak dan efek kesehatan serta lingkungan.
Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers.