Orang-orang di negeri ini sudah lama tak hirau pada kematian. Mereka tak pernah mau mendengar jerit pohon tumbang, erang dedaunan yang membusuk perlahan atau rintihan hewan yang dicincang mereka bahkan terus melaksanakan hujat pembabatan, pembantaian sebagai kewajaran, sebagai jalan utama menuju kesenangan. Pada sangkanya diri mereka adalah anak-anak dewa yang dimanja alam raya. Tetapi rupanya kematian bukanlah kuda tunggangan yang bisa dihela sekehendak sang tuan. Kematian tetap kematian. Tak satu manusiapu mampu mengubah fitrahnya. Ia adalah kekuatan besar yang niscaya yang berkisar diluar diri manusia, ia muskil dikendalika, ia leluasa menentukan pilihan dan ketika pilihan itu berbalik mengarah Kediri manusia adakah diantara mereka gemetar lututnya?
Seperti Kata EINSTEIN "saya hanya ingin tahu, melebihi rasa ingin tahu orang lain"
Tampilkan postingan dengan label hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hutan. Tampilkan semua postingan
Minggu
BANJIR DI TANAH AIR DAN PENYEBABNYA
Banjir di tanah air kita Indonesia bukanlah suatu penomena yang baru lagi di negeri kita tercinta ini. Hampir tiap hari kita lihat di telivisi atau di belakang rumah kita sendiri hal ini ditimbulkan oleh kurangnya rasa kepedulian kita terhadap lingkungan. Misalnya buang sampah, kita selalu terbiasa dengan membuang sampah disembarang tempat karena mungkin kita berpikir toh ada tukang sampah ini, atau ada pekerja kebersihan ini, buat apa mereka di gaji kalau kerjanya aja di bantu sama kita. Hal inilah yang menyebabkan rumah kita selalu kebanjiran. Kenapa banjir terus saja melanda tak pernah henti ya wajar aja kalau kita sendiri lum sadar-sadar terhadap lingkungan.
Langganan:
Postingan (Atom)