Tampilkan postingan dengan label cerpen cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa

Cinta itu Datang Ketika Dia Pergi............

Aku pikir jatuh cinta itu indah, ternyata tidak. justru sebaliknya jatuh cinta itu menyakitkan. Tapi aku tak bisa ingkari perasaan cinta yang saat ini hadir dihatiku, datang begitu tiba-tiba disaat aku tak punya persiapan apapun. Dika begitulah nama lelaki itu,lelaki yang pernah meluluhkan hatiku sedemikian cepatnya sampai aku melihatnya begitu sempurnanya.Aku masih menatap potonya tuk yang terakhir kali sebelum semuanya kusimpan bersama barang-barang pemberiannya. Besok aku akan menikah, menikah dengan seseorang yang sejujurnya tak begitu kukenal meski dia sudah menemani hari-hariku setahun lamanya

Rabu

SUATU SENJA DI BULAN PEBRUARI

Langit hampir meremang , sejuk mengelabu. Di barat masih kelihatan goresan-goresan warna merah lembut seperti lukisan hidup. Sisa pijaran matahari yang sudah begitu lelah .

Aku pandangi senja tuk kesekian kalinya, yang mulai di rangkul gelap.Aku jelajahi padang ilalang yang terhampar di depan mataku. Dulu diantara bunga ilalang itu aku suka menapaki jalan setapak dan di jalan setapak itulah aku bertemu dengannya tanpa dugaan sebelumnya.Sebulan yang lalu, aku bertemu dengan lelaki itu, lelaki yang pernah menumbuhkan bunga-bunga di hatiku hampir dua tahun lamanya .Ya….ilalang di depanku inilah yang telah membuat hati kami merah menyala dan tiba-tiba aku merasa kangen padanya …..kangen yang sangat menyiksa.Dan hatiku….hatiku bagai teriris darahnya menetes satu-satu hangat terasa menjelajari seluruh peredaran urat nadiku.
Aku merasa selama ini telah berada dalam sandiwara cinta yng memuakkan dan ingat hal itu aku ingin menangis…menangis selayaknya tangisan , tapi kali ini aku tak ingin menangis.Tidak!.rasanya itu harus diletakkan jauh-jauh di belakang sana / telah kugunakan sebagai aksesori kehidupan yang menghiasi dada kesabaranku selama ini.Tidak!.tangisan ini tak perlu lagi dan aku tak cukup mengerti , kenapa aku mesti mencintainya, kalau pada akhirnya cinta ini akan sirna juga.
Selama ini aku merasa memilikinya tapi benarkah dia mau mengimbangi perasaanku? kalau ternyata dia pergi meninggalkanku tanpa jelas apa alasannya hingga akupun tak tahu harus berbuat apa dan membiarkannya pergi.
“kau itu laksana permata bagiku , meski ada dalam lumpur sekalipun, kau tetap permata yang berharga dan cahayanya takkan pernah pudar, karena itu tetaplah menjadi permata ku yang berharga.”
Kata-kata itulah yang sering kau ucapkan padaku dulu, bahkan sering kali didalam kangenku padamu seperti halnya saat ini aku suka sekali mengulang dan mengeja kalimat yang kau ucapkan itu .Dan mencoba meresapi maknanya satu persatu
Benarkah aku permata? seperti yang kau ucapkan , mungkin engkau benar aku permata yang cahayanya tak pernah pudar ,walau dalam lumpur sekalipun aku tetaplah permata yang berharga.Tapi tanpamu rasanya cahayaku begitu hambar .Begitu rapuh, Begitu mudah luluh.Aku ah…masa lalu lagi, Masa lalu lagi. Tidak! aku tak boleh mengenangnya lagi ,untuk apa?
Tiba-tiba aku tersadar oleh elusan angin yang membelai rambutku .Kulihat gelap menyelimuti bumi. Kenapa?...kenapa tiap senja kuingin melewatinya dengan memikirkanmu, mengenangmu, dan mengingat semua tentang kamu. Aku semakin merasakan kesendirinku lagi, siluet daun ilalang , desir angin yang kadang-kadang nakal, langit bersih , dan selebihnya lengang panjang membentang. Aku dalam sendiri lagi, tak ada seorangpun yang menemaniku, setidaknya yang bicara ,menyapa /sekedar tersenyum padaku /apa saja yang dapat di jadikan pengisi kekosongan ini
Sekali lagi kureguk udara malam, mencoba melepaskan semua yang ada di jiwa ini, agar tak terasa terhimpit lagi .Akupun pergi meninggalkan kekosongan yang terbujur kaku di belakangku
Namun baru saja beberapa langkah, alunan lagu drive lagu kasukaanku mengalun lembut
“senja kini berganti malam,
menutup hati yang lelah.
dimanakah engkau berada?
aku tak tahu dimana,
tlah kita lalui semua,
jerit tangis canda tawa,
kini hanya untaian kata
hanya itulah yang aku punya……..?”
“lagu ini,…..jangan-jangan,…? Kataku dalam hati , sambil cepat membalikkan badan. Tak jauh dari tempatku berdiri sesosok tubuh mematung menatapku.Dia datang lagi..akhirnya dia datang lagi…..!
“Aku tahu, pasti kamu kesini, maafkan aku?” katanya sambil memelukku.
Sementara lagu drive masih mengalun lembut

“sesungguhnya aku tak bisa
Jalani waktu tanpamu
Perpisahan bukanlah duka
Meski harus menyisakan luka…….”

Kamis

DAN GERIMIS MALAM ITU MENETES LAGI…...


DAN GERIMIS MALAM ITU MENETES LAGI........

“ Janji ya, pulang dari London nanti, jangan lupa bawa bunga “ ucapku pada kekasihku Michael sewaktu aku mengantarnya ke bandara. Dia tertawa kecil “ hmm….bagaimana kalau aku pulang bawa cewek ?” Tanya nya sambil tergelak melihatku lansung cemberut “ Iya…iya aku janji “ katanya sambil meraih kepalaku kepangkuannya “Aku cuma sayang kamu kok..” katanya lagi

Tidak terasa sudah dua bulan berlalu.Dan besok Michael kan pulang. Kemarin aku menghubunginya agar ia menemuiku di pesta pernikahan sepupuku saja dan dia menyetujuinya “Ah…betapa rindu aku padanya malam ini, gimana ya..michael sepulang dari London nanti? uuh.,…kenapa rasa rindu ini menyeret airmataku keluar…
Aku ingat waktu pertama kali aku bertemu dengannya, waktu itu aku baru pulang dari pesta ulang tahun sahabatku, di jalan aku terjebak hujan yang turun dengan derasnya.Aku pun segera mencari tempat untuk berteduh, kulihat dia duduk menanti hujan reda juga. Akupun segera duduk di sampingnya dan dia mengajakku berkenalan dan kami pun banyak bicara tentang musik, politik ,social ,budaya , bahkan sampai pada sesuatu yang hangat di bicarakan orang pada waktu itu.Akupun segera menarik kesimpulan tentangnya “ dia tidak bodoh ”
Sejak pertemuan itu di susul pertemuan-pertemuan selanjutnya, kami sering jalan bareng, makan bareng atau sekedar mencari buku-buku baru di toko buku. Tapi semenjak bersamanya belum pernah kudengar kata cinta darinya seakan-akan cintanya itu hanya ingin di nikmatinya sendiri,ah….dasar misteri lelaki.Hingga sampailah pada suatu malam seperti biasa setiap malam akhir pekan kami sering menghabiskannya duduk-duduk berdua di taman sambil menghitung bintang atau melihat-lihat keindahan kota di malam hari.Aku duduk di bangku taman dan dia membelakangiku memegang pagar
“ Ren…. Apa kau suka memikirkan aku?” tanyanya tiba-tiba, aku pura-pura tidak mendengarnya dan mulai menghitung bintang.
“Ren…halloo….kamu dengerin aku gak?” Tanya nya lagi sedikit kesal sambil membalikkan badannya menghadap padaku.
“Iya …iya.” kataku pura-pura tak acuh dan tak menghiraukannya
“Ren…” sapanya lagi sambil menatap tajam kearahku
“Hmm….”gumamku sambil mengangkat muka dan balas menatapnya
“Suka kok, suka..,udah malam kita pulang yu...” jawabku sedikit gugup sambil berdiri mendahuluinya pergi,tapi dengan cepat ia menarik tanganku dan tubuhku kepelukannya “Aku juga suka memikirkanmu” katanya sambil mengencangkan pelukannya.saat itu aku merasa , cintanya begitu besar padaku.
Tiba-tiba lamunanku terhenti oleh suara ketukan pintu. Akupun segera keluar dari kamar dan melihat siapa yang datang
“ Michael..” seruku ketika tahu kalau yang datang itu adalah kekasihku Michael,Dia tersenyum padaku, wajahnya sedikit pucat dan terlihat agak kurus, di tangannya ada sebuket mawar merah
“ Bukankah seharusnya besok kau nyampe di Jakarta “ kataku lagi
“Aku ingin datangnya sekarang, sekalian beri kejutan,bagaimana kabarmu?” tanyanya sambil mengecup dahiku
“Baik,kau nampak sedikit pucat, bagaimana London?” kataku balik bertanya dan mempersilahkannya masuk
“Baik, aku datang hanya untuk memenuhi janji” jawabnya sambil menyerahkan sebuket bunga mawar yang di gemgamnya “makasih” ucapku sambil tersenyum menerima bunga darinya dan segera kubenamkan wajahku untuk menghirup kesegarannya,lantas akupun berjinjit mengecup bibirnya dan dia balas menciumku dan memelukku. Aku merasa , aku takut kehilangannya dan perasaan itu muncul dengan tiba-tiba
“Aku mesti pergi,jauh sekali” katanya begitu berat terdengar
“Kamu kan baru datang,kenapa mesti pergi lagi?” tanyaku terus memeluk erat tubuhnya
“Aku cuma mau istirahat” bisiknya di telingaku.aku melepaskan pelukannya,kenapa dia begitu terasa beda dengan kata-katanya, apa karena dia sakit” gumamku dalam hati
“Maaf ya, aku dah repotin kamu, sebaiknya besok kamu gak usah kepesta, nanti sakitmu tambah parah” kataku perlahan.dan dia mengecup dahiku ” Aku sangat mencintai kamu…sangat,jaga dirimu baik-baik ya.” katanya sambil memelukku lagi ” Aku juga”jawabku.lantas diapun pamit, aku mengantarnya sampai keambang pintu.diapun segera menaiki sepeda motornya dan mengencangkan jaket birunya.Kutatap terus kepergiannya sampai hilang di makan tikungan dan kulihat gerimis menetes perlahan-lahan

Pesta meriah sekali, aku duduk seorang diri di salah satu meja paling sudut sambil sekali-kali membalas lambaian tangan teman-teman sepupuku yang pada datang .Betapa sepi kurasakan, seandainya Michael tidak sakit, tentu ia sudah ada di sampingku mengajakku bicara kesana kemari. Sejak pertemuan malam kemarin aku belum menghubunginya lagi, karena aku takut, aku mengganggunya.Biarlah ia istirahat dengan tenang begitu pikirku. Kulihat ibu menghampiriku
“Ren…ada telepon untuk kamu” katanya sambil menyerahkan gagang telepon. Aku pun segera berdiri dan meraih gagang telepon dari ibu lalu berjalan keruangan depan menghindari keramaian
“Hallo” kataku
“ Ini dengan nak rena? ” tanya yang diseberang
‘Iya saya sendiri ” jawabku
“Saya asti, ibunya Michael ,saya terpaka harus mengatakannya, Michael….” kata-kata ibu Michael menggantung di susul insaknya
“Ada apa dengan Michael bu?” tanyaku yang tiba-tiba aku mendapat firasat buruk tentang Michael
“Nak rena…michael…michael meninggal kemarin malam, kapalnya jatuh, pamannya sudah mengeceknya kesana, tidak ada seorang pun penumpang yang selamat….” kata ibu Michael.Dan aku tidak tahu kata-kata selanjutnya, karena gagang telepon yang kupegang sudah dari tadi jatuh dengan sendirinya.Aku berdiri seakan tidak percaya ” Michael…Michael ” airmataku tanpa kusuruh sudah berhamburan keluar, tubuhku bergetar hebat, benarkah Michael meninggal ? lantas siapa yang datang kemarin malam?
“ Aku mesti pergi,jauh sekali ”
“ Kamu kan baru datang,kenapa mesti pergi lagi ?’
“ Aku cuma mau istirahat” kata-kata terakhir Michael berputar-putar di otakku “Aku cuma mau istirahat…aku cuna mau istirahat.” kepalaku terasa pening, lantas kulihat bintang-bintang banyak sekali tanpa kusengaja aku memandang keluar di luar nampak Michael tersenyum kearahku dan gerimis malam itu kulihat menetes lagi menerpa jaket birunya.Bersamaan dengan itu samar-samar kudengar ibuku menjerit dan berlari kearahku dan aku bagai lap basah jatuh kelantai tak sadarkan diri lagi.

Bis Cinta di Padalarang

Bis Cinta di Padalarang
Liburan semester sudah berakhir, pagi-pagi buta aku pergi meninggalkan kampung halamanku untuk kembali kekota kembang melanjutkan kuliahku yang kepending karena liburan semester. Sepeda motor yang kutumpangi melaju kencang menuju terminal membelah kegelapan pagi mengibaskan udara yang menusuk-nusuk tulangku disela-sea balutan jeket biruku.Dingin inilah yang selalu membuatku merasa rindu akan desaku, dan hawa sejuknya akan selalu mengingatkanku akan ayah dan ibuku…hah…baru saja sampai ke terminal rasa rindu ini telah menyergapku…

Aku baru saja ganti bis tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, masuk serombongan pengamen menyanyikan lagu kehilangannya firman, akupun terbuai lalu tertidur. Entah sudah berapa jam aku tertidur tahu-tahu ketika terjaga hujan sudah reda, aku menatap keluar ternyata hampr masuk padalarang, kuhela napasku sejenak, kugeser kaca bis ku sedikit. Dan tiba-tiba bis yang kutumpangi oleng. Lajunya semakin kencang. Dua orang wanita setengah baya yang duduk didepanku berteriak-teriak tak karuan. Matanya awas kedepan. Sementara yang satu berpegangan lengan kawanny. “awas, pak sopir!”teriak salah sorang penumpang mengingatkan pak sopir.dan, tak lama kemudian ….brak!aku mendengar suara benda beraadu keras seperti suara ledakan diiringi sura jeritan penumpang. Tubuhku terpelanting jauh kesamping,gelap. Sayup-sayup terdengar suara erangan lalu hening.
Dan ketika kusadar kulihat orang-orang terluka disekelilingku semuanya tak ada yang bersuara entah sudah mati atau hanya pingsan, aku merintih kesakitan saat kurasa tanganku begitu sangat sakit begitu juga dengan kakiku yang memang ternyata tertindih barang bawaan penumpang.aku berusaha mengeluarkan diri, rasa sakit itu semakin mendera, aku semakin lemah, tenagaku hamper habisdan tiba-tiba tanganku ada yang menarik
“ayo…cepat kau pasti bisa!”katanya sambil menatapku dan menarikku cepat
“aku sudah tidak kuat,”kataku perlahan dan mataku berkunang-kunang lagi,dia dapat mengeluarkanku tapi pandanganku mulai kabur dan aku tidak tahu lagi apa yag terjadi
Bau obat menusuk hidungku, saat aku tersadar terlihat dimana –mana serba putih. Tangan dan kakiku penuh dengan balutan perban tidak salah lagi aku pasti sudah dirumah sakit kataku dalam hati dan tanganku terasa menggenggam sesuatu yang ternyata sebuah gelang rupanya pria yang menolongku itu gelangnya tanpa sengaja terenggut olehku saat dia menarikku, tapi dimana dia sekarang, selamatkah dia?bahkan aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya.

Monyet! Nyet! Hoi tunggu dong!”suara jelek itu lagi, tanpa menolehpun aku sudah tahu siapa pemilik suara itu. Makanya aku tidak merasa perlu untuk menoleh. Pandangan dan langkah kakiku tetap lurus-lurus menuju gerbang kampus. Lagi pula aku tidak merasa bernama monyet.
Oya aku lupa memperkenalkan diriku namaku rima ismayanthi, aku kulaih disalah satu universitas negeri di kota kembang dan tadi si bodoh itu namanya gagas satria dia merupakan mahasiswa pindahan dari Jakarta, dia mengambil jurusan yang sama denganku di pendidikan kimia.

Tangan mahluk menyebalkan itu memgang bahuku
“sombong amat sih kamu, nyet. Mau diajak pulang bareng malah sok budek. Atau ….emang budek beneran?he…he,…he…” seorang cowok jangkung yang berdiri didepanku cengengesan.
“siapa yang mau pulang bareng kamu?” kataku singkat tanpa menghentikan langkah.
“pokoknya hari ini kamu harus pulang sama aku”
“keras kepala”pikirku, kalau aku cowok, pasti sudah kutonjok cowok didepaku ini
“apa sekarang kamu mau pulang sama rendi, nyet?”
“kalau iya mang kenapa?”
“kalian sudah jadian ya, benarkan nyet,”
“belum, tapi sebentar lagi dia akan nembak tuan putri jadi tuan jangan khawatir”kataku sambil berhenti
Dan disana rendi melambaikan tangan padaku supaya menunggu, kami menatap dia sama-sama yang sebentar kemudian sudah dihadapan kami dengan motor ninja merahnya
“hai…gas, kami duluan ya”kata rendi sambil mengajakku naik
“maaf ya”kataku perlahan dan dia menatap kepergianku yang entah kenapa hatiku tiba-tiba sakit

Dua hari kemudian aku berkunjung kerumahnya gagas dengan berurai air mata
“nyet!kau, kenapa?” serunya terkejut sekali
“aku mau curhat”kataku pelan
“oke..oke, bentar ya, bu…!bu gagas pergi dulu ya!”katanya pamitan pada ibunya dan mengeuarkan sepeda motor biru mengkilapnya
“kita kebukit belakang rumah ya”katanya sambil menyurhku supaya naik, aku menurut saja tanpa bicara apa-apa
Dan tibalah kami dibukit belakang rumah gagas. Sebenarnya tempat ini tempat perjumpaan kami pertama kali. Lalu kami berinisiatif sebagai tempat untuk menjadikan bukit ini sebagai tempat main kami atau tempat merenung sambil menatap senja. Biasanya gagas yang lebih sering menggunakan tempat ini karena tempat ini lebih dekat dari rumahnya daripada rumahku
“kenapa?mau cerita apa?”katanya sesampainya dibukit
“rendi gas…” kataku pelan sambil tak henti-henti mengeluarkan airmata
“iya kenapa dengan rendi”
“rendi mendekatiku ternyata dia menginginkan bella, dia mencintai bella temanku bukan mencintaiku”
Kataku sambil menangis, dia menepuk bahuku
“kamu tahu darimana kalau dia suka bella, mungkin hanya ingin membuatmu cemburu kali”
“enggak gas, dia cerita semuanya ma aku, aku kira dia mau nembak aku ternyata dia mengutarakan isi hatinya untuk bella”
“benarkah”
“iya..kau gak percaya ya”
“iya aku percaya, tapi nangisnya udah dong, berarti dia bukan jodoh kamu, lagian cowok kayak gitu dicintai”
“sebenarnya aku suka ma dia karena dia tahu tentang gelang aku”
“gelang! hanya karena dia tahu gelang kamu, kamu langsung suka ma dia”?
“ini bukan gelang biasa gas, gelang itu punya sejarah bagiku dan ketika aku tanpa sengaja memperlihatkannya padanya dia bilang kalau dia juga dulu punya gelang seperti itu, begitu”
“dank arena itu kamu suka ia”
“iya”
“mang ada sejarah apa ma gelang kamu?”
“sebenarnya dulu sepulang liburan semesterdan akan berangkat kebandung aku mengalami kecelakaan, aku mengalamipingsan berkali-kali dan dia pria itu menolongku, aku tidak tahu rupanya seperti apa tapi gelangnya terenggut olehku dan aku yakin dia seorang pria karena dia bicara saat menolongku.”
“apakah kecelakaanny terjadi di padalarang?”
“kok kamu tahu?”
“apa gelangnya seperti ini?”katanya sambil memperihatkan gelang nya dari balik bajunya
“eh iya, kau…?”
“iya, akulah orang itu boleh aku tahu gelang yang ada padamu?”
Akupun mengeluarkannya dan memberikannya padanya setengah tak percaya ternyata pria yang selama ini kucari ada didepan mataku, dia yang dekat sekali denganku, dia yang suka memanggilku monyet
“kau……jadi kau..?”kataku pelan
“iya,akulah orang yang kau cari itu, bi situ tabrakan dengan mobil yang kami tumpangi sekeluarga, karena kejadian itu ayahku meninggal dan aku bersama ibuku pulang kebandung, waktu itu aku hanya mengantarkanmu sampai kerumah sakit, karena aku harus mencari mayat ayahku akhirnya aku meninggalkanmu”
“jadi begitu kejadiannya”
“terus sekarang bagaimana?”
Bagaimana apanya”
“apa kau juga mencintaiku, karena aku adalah orang itu monyet manisku?”katanya sambil menatapku
Aku tersenyum lebar kearahnya dan dia memeukku. Kini baru kusadari setelah sekian lama bersahabat dengannya ternyata hatiku sangat dekat sedekat tali persahabatan kami selama ini
Aku tidak tahu harus berkata apa tapi entah kenapa aku merasa bahagia sekali
Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers.