Sabtu

Pengorganisasian Pendidikan


1.    Pengertian Organisasi
             Secara etimologi organisasi yaitu “organum”(latin) yang artinya alat. Sedangkan “organize”(inggris) berarti mengorganisasikan. Jadi organisasi bisa diartikan adalah sebuah wadah, tempat, sistem untuk melakukan kegiatan bersama-sama mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan organisasi pendidikan adalah tempat untuk melakukan aktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
2.    Pengertian organisasi menurut para ahli
Gibson at.all
yaitu sebagai wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai individu secara sendiri-sendiri.
 Robbins
 yaitu sebagai kesatuan social yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relative dapat diidentifikasi yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai tujuan bersama
 Sondang p. siagian
menyatakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan mana terdapat seorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau beberapa orang yang disebut bawahan.
Hicks & Gullett
Pengorganisasian adalah kegiatan membagi-bagi tugas, tanggung jawab dan wewenang diantara sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Gordon, Mondy, Sharpling & Premeaux
Pengorganisasian adalah proses menetapkan hubungan formal diantara orang-orang dan sumber-sumber ke arah mencapai tujuan.
Terry
Pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksnakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses.
 Stoner
Pengorganisasian adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
R.E. Freeman dan Daniel Gilbert, Jr.
Pengorganisasian adalah dua orang atau lebih yang bekerjasama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
3.        Ciri-ciri dan Unsur-Unsur Pengorganisasian
Ciri-ciri pengorganisasian meliputi:
1. Organisasi sebagai suatu sistem, yaitu adanya seperangkat unsur yang saling bergantung dan berhubungan antara yang satu dan yang lainnya.
2. Organisasi merupakan struktur, yang mana mempunyai kadar formalitas, pembagian tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan oleh anggota kelompok.
3. Adanya perencanaan yang dilakukan secara sadar berdasarkan rasionalitas dan pedoman-pedoman yang jelas.
4. Adanya koordinasi dan koorprasi yang baik diantara orang-orang yang bekerja sama, menunjukkan bahwa tindakan-tindakan orang-orang tersebut berjalan ke arah suatu tanggung jawab tertentu.
Adapun unsur-unsur pengorganisasian meliputi:
1.    Manusia, yakni orang-orang yang bekerja sama, ada pimpinan dan ada yang dipimpin, dan seterusnya.
2.    Sasaran, yakni tujuan yang ingin dicapai.
3.    Tempat kedudukan dimana manusia memainkan peran, wewenag dan tugasnya.
4.    Pekerjaan dan wewenang sesuai dengan peran dan kedudukannya yang disusun dalam pembagian tugas.
5.    Teknologi, yakni berupa hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain sehingga tercipta organisasi.
6.    Lingkungan, yakni adanya lingkungan yang saling mempengaruhi, misalnya ada sistem kerja sama sosial.
4.    Tujuan dan Manfaat Organisasi Pendidikan
            Yaitu mengatasi keterbatasan kemampuan, kemauan dn sumber daya yang dimiliki untuk mencapai pendidikan, terciptanya efektivitas dan efisiensi organisasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, dapat menjadi wadah pengembangan potensi, menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan lain-lain.
5.    Jenis-Jenis Organisasi
            Yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Budaya organisasi adalah pola atau nilai-nilai, kepercayaan, asumsi-asumsi, sikap-sikap, memperngaruhi prilaku kerja, dan cara bekerja dalam organisasi.budaya organisasi berfungsi memberikan identitas organisasi kepada para anggotanya, memudahkan komitmen kolektif, mempromosikan stabilitas system social dan membentuk prilaku dengan membantu manajer merasakan keberadaanya,
6.    Tife Organisasi
            Tife organisasi ada dua yaitu yang pertama open and participative culture yaitu ditandai dengan adanya kepercayaan kepada bawahan, komunikasi yang terbuka, kepemimpinan yang suportif dan penuh perhatian seangkan yang kedua adalah closed and autocratic culture yaitu ditandai oleh pencapaian tujuan output yang tinggi namun pencapaian tersebut lebih dipaksakan pada organisasi dengan para pemimpin yang otokrasi dan kuat. Deal  dan kennedy mengemukakan empat jenis budaya perusahaan yaitu macho culture, work-hard-play hard, bet-your-company dan process culture.
7.    Orientasi Budaya Organisasi
            Adapun Harrison membedakan empat orientasi budaya organisasi yang terpisah dan bertentangan satu sama lain yaitu
1.    Orientasi Kekuasaan
            Budaya ini menekankan pada bagaimana lingkungan eksternal dikuasai dan ditundukkan dan dicirikan oleh norma-norma. Kelemahannya tidak adaptif terhadap lingkungan, hanya sejumlah kecil anggota yang agresif yang mendapat kesempatan untuk mengembangkan karirnya ketingkat yang lebih tinggi, tidak memberikan peluang kepada para anggota lainnya untuk mengembangkan diri sendiri sedangkan kelebihannya yaitu struktur pengambilan keputusan biasanya sangat efektif, jika masalah muncul dan dapat dipecahkan oleh pucuk pimpinan biasanya ini akan lancar dan berfungsi efektif kepada para anggota yang sekedar ingin hidup dan mengutamakan keselamatan
2.    Orientasi Peran
            Biasanya ditandai oleh persaingan konflik dan persaingan yang diatur atau diganti oleh kesepakatan atau perjanjian.kelemhannya tidak fleksibel dalam mengantisipasi perubahan lingkungan. Adapu kelebihannya yaitu sangat efektif untuk organisasi yang besar dan komplek, memudahkan pimpinan tertinggi untuk melakukan pengendalian secara efektif, memberikan pedoman kerja yang jelas berupa peraturan dan prosedur.
3.    Orientasi Tugas
            Budaya organisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa pencapaian tujuan yang paling tinggi merupakan perioritas utama dan dinilai tinggi. Kelebihan budaya ini yaitu sangat pleksibel dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan yang komplek dan cepat, menciptakan system pengendalian yang lentur sehingga memudahkan peralihan dengan cepat bila sumber daya yang berbeda diperlukanatas dasar masalah-masalah eksternal. Sedangkan kelemahannya yaitu mengandalkan komitmen penuh dari para anggota organisasi disemua bidang, sulit membina kohesi internal
4.    Orientasi Person
            Budaya ini didasarkan pada asumsi bahwa organisasi dipandang atau dinilai sebagai sarana bagi para anggotanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka yang tak dapat dipenuhi jika dilakukan secara sendiri-sendiri.kelebihannya mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, organisasi cenderung memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi sedang kelemahannya biasanya kesulitan dalam mengarahkan dan mengerahkan kegiatan para anggotanya secara bersama-sama untuk menghadapi resiko.
            Strategi memperkuat organisasi tergantung pada solideritas mekanik, solideritas organiK,dan tim kerja dalam organisasi

Daftar Pustaka
Hidayat, Ara dan Imam Machali. 2010. Pengelolaan Pendidikan.Bandung: Pustaka Educa
MM, Afifuddin dan Sobry Sutikno.2008. Pengelolaan Pendidikan teori dan praktek. Bandung: Prosfect

http://pandidikan.blogspot.com/2010/11/pengorganisasian-dalam-managemen.htmlhttp://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/27/budaya-organisasi-di-sekolah/Bottom of Form

http:// pengorganisasian-dalam-managemen.html
http:// kepemimpinan-dan-organisasi-pendidikan.html









GLOSARIUM
Organisasi Pendidikan
Adalah tempat untuk melakukan aktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
Open and participative culture
Ditandai dengan adanya kepercayaan kepada bawahan, komunikasi yang terbuka, kepemimpinan yang suportif dan penuh perhatian
Closed and autocratic culture
Ditandai oleh pencapaian tujuan output yang tinggi namun pencapaian tersebut lebih dipaksakan pada organisasi dengan para pemimpin yang otokrasi dan kuat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar